JAKARTA - Harga minyak berjangka menguat sekitar 2% pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), karena persediaan minyak mentah AS secara tak terduga turun dan perkiraan resmi pertumbuhan pasokan minyak mentah dari produsen-produsen utama dunia direvisi lebih rendah.
Pemadaman listrik yang meluas di Venezuela yang telah menghentikan ekspor minyak mentah dari negara anggota OPEC yang telah mengalami pengurangan pengiriman dari sanksi-sanksi AS, juga membantu memperketat pasar.
Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Mei, naik USD0,88 atau 1,32%, menjadi ditutup pada USD67,55 per barel di London ICE Futures Exchange. Sementara itu, minyak mentah berjangka AS, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman April, naik USD1,39 atau 2,44%, menjadi menetap pada USD58,26 per barel di New York Mercantile Exchange. Kedua acuan harga minyak berakhir di level tertinggi sejak pertengahan November.
Baca Juga: Harga Minyak Naik karena Pasokan AS Diprediksi Turun