BEIJING – Sebagai negara dengan penjualan mobil terbesar di dunia, China terus berupaya menjaga pasarnya. Mobil listrik menjadi salah satu pilihan sejalan dengan upaya penyediaan kendaraan ramah lingkungan. Para produsen kendaraan di China menyadari betul besarnya potensi di negara itu.
Tak mengherankan jika mereka begitu agresif memproduksi kendaraan masa depan di samping mobil-mobil konvensional berteknologi tinggi. Keberadaan mobil listrik di China bukan hanya didominasi merek-merek yang sudah lama eksis.
Sejumlah perusahaan rintisan pun tak mau kalah dengan merilis produk baru dengan segala keunggulannya. Dua merek mobil startup automotif yang mencoba peruntungan pada ketatnya pasar di China adalah NIO dan Xpeng.
Baca Juga: Dorong Pertumbuhan Mobil Listrik, Pemerintah Genjot Penyediaan SPLU
Keduanya memperkenalkan sejumlah produk baru dalam gelaran Shanghai Auto Show 2019. NIO bahkan berani mengklaim spesifikasi mobilnya sudah di atas standar New European Driving Cycle (NEDC).
Produk pertamanya yang akan diproduksi adalah mobil 7 seaters, ES8. Adapun Xpeng fokus pada fokus pengembangan mobil listrik jenis sedan dengan model andalannya Xpeng P7.
Mobil listrik ini dirancang untuk mampu melahap jarak 600 km dalam kondisi baterai penuh. Xpeng juga dilengkapi sistem advance driver assistance yang disebut Xpilot, menggunakan chip Nvidia Drive Xavier yang diset untuk mengendalikan kemudi secara otomatis dan semiotomatis.
Pasar automotif di China begitu menjanjikan menyusul kuatnya dukungan pemerintah. Pada 2018 penjualan mobil di seluruh China mencapai hampir 28 juta unit. Akselerasi pertumbuhan penjualan mobil di China memang agak melambat sejak 2016 lalu.
Baca Juga: Hyundai dan Grab Siap Bangun Pabrik Mobil Listrik di Indonesia
Pada 2018 saja penjualan mobil di China turun 1 juta unit bila dibandingkan dengan 2017. Ada beberapa penyebab, di antaranya karena secara makro pertumbuhan ekonomi di negara itu lebih rendah daripada tahun-tahun sebelumnya.
Kendati demikian otoritas di China tidak tinggal diam. Mereka terus melakukan evaluasi, termasuk mengatasi masalah polusi dan kemacetan. Pemerintah China memindahkan fokus pengembangan mobil dari semula fokus ke jumlah penjualan ke mesin yang lebih ramah.
Selain itu insentif juga diberikan pada mobil dengan emisi rendah. Pembeli mobil listrik di China diberi subsidi hingga 50.000 yuan per mobil. Kebijakan itu berlaku hingga akhir tahun depan.