Berebut Pasar Mobil Listrik di China

Koran SINDO, Jurnalis
Minggu 21 April 2019 14:39 WIB
Ilustrasi: Foto Koran Sindo
Share :

Penjualan mobil AS juga telah anjlok selama tiga bulan berturut-turut di China. Di China, impor mobil asing sangat sedikit bila dibandingkan dengan mobil lokal. Pemerintah China memasang tarif tinggi terhadap brand AS sehingga harga tidak menentu dan banyak konsumen yang lari.

Ford juga mengalami penurunan penjualan sebesar 36% pada Agustus lalu akibat kalah bersaing dengan produk-produk lokal. Saat ini, berdasarkan data Asosiasi Produsen Automotif China, perusahaan automotif yang memimpin penjualan ialah Volkswagen sebanyak 460.000 unit.

Berikutnya adalah Toyota (237.000 unit), Geely (222.000 unit), Honda (213.000 unit), Changan (169.000 unit), Nissan (164.000 unit), Buick (150.000 unit), dan Wuling (145.000 unit).

General Motors, Volkswagen, Nissan, dan perusahaan besar lainnya mengembangkan model mobil yang beraneka ragam, tetapi diupayakan memenuhi selera konsumen di China.

Meski demikian perusahaan lokal juga tidak mau kalah. BYD Auto dan BAIC Group mencoba melakukan gebrakan dengan menawarkan mobil murah. “Pada akhir tahun depan, konsumen akan kesulitan menolak mobil listrik karena inovasinya akan semakin maju,” kata CEO Volkswagen, Herbert Diess.

Menurutnya, perusahaan asing akan mencoba melakukan pemasaran dan penjualan di pasar China untuk menaikkan pendapatan di tengah menurunnya permintaan di pasar AS dan Eropa. (Muh Shamil)

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya