Adapun Kimia Farma mencatat pertumbuhan laba bersih sebesar 27,27% pada 2018 dari Rp331,7 miliar tahun 2017. Kinerja ini didorong peningkatan pendapatan sebesar 21,65,% dari Rp6,13 triliun menjadi sebesar Rp7,45 triliun.
Baca Juga: Kimia Farma Akuisisi Phapros Senilai Rp1,36 Triliun
Tahun ini, manajemen KAEF juga mengalokasikan dana belanja modal sekitar Rp4,2 triliun. Sebesar Rp2,5 triliun atau sekitar 60% digunakan untuk mendukung pertumbuhan bisnis secara organik. Sisanya 40% atau sekitar Rp1,7 triliun dialokasikan untuk non organik.
Honesti menyatakan, sumber pendanaan, , sekitar 30% bersumber dari kas dan 70% eksternal. "Untuk sumber pendanaan eksternal, tahun ini kami beremcana menerbitkan obligasi sebesar Rp1,5 triliun dengan tenor 3-5 tahun" katanya.
(Feby Novalius)