JAKARTA - PT Kimia Farma (Persero) Tbk (KAEF) berencana mengakuisisi satu perusahaan farmasi di Vietnam. Perusahaan itu memiliki sekitar 400 outlet.
Direktur Keuangan Kimia Farma I.G.N Suharta Wijaya menyatakan, jumlah outlet yang dimiliki perusahaan tersebut memang lebih sedikit ketimbang Kimia Farma yang mencapai ribuan outlet. Kendati demikian, nilai pendapatannya mencapai Rp4 miliar per outlet setiap bulannya.
"Sedangkan Kimia Firma Rp1,5 miliar per outlet setiap bulan. Jadi itu produktivitasnya outlet perusahaan Vietnam itu bagus," katanya di Hotel Kempinski, Jakarta, Selasa (7/5/2019).
Baca Juga: Kimia Farma Bagi Dividen Rp14,98 per Saham
Dalam rencana aksi koorporasi ini, KAEF ingin menjadi pemilik saham mayoritas. Oleh karena itu pihaknya sedang menunggu hasil regulasi di negara tersebut.
Jika regulasi di Vietnam menungkinkan KAEF menjadi pemegang saham mayoritas maka proses akuisisi akan dilanjutkan, sebaliknya apabila perseroan tidak bisa menjadi pemilik mayoritas di perusahaan farmasi tersebut maka aksi korporasi ini akan dihentikan.
"Jadi sangat bergantung pada regulasi. Jika kita lihat tidak bisa menjadi pemilik mayoritas itu kita akan pull out, daripada uang kita hilang," ujar dia.