Dia meyakini, jika investasi dan konsumsi bisa terjaga maka hal yang memungkinkan untuk ekonomi Indonesia tumbuh 5,3% di tahun 2019. "Insya Allah kita usahakan tumbuh 5,3%. Kita terus memberikan kebijakan yang mendorong investasi dan confidence masyarakat. Saya rasa investasi dan konsumsi cukup terjaga di semester kedua nanti," katanya.
Baca Juga: Ekonomi Jakarta Tumbuh 6,23%, Lebih Tinggi dari Pertumbuhan Nasional
Meski demikian, Sri Mulyani mengakui ekonomi global masih harus diwaspadai oleh Indonesia. Sebab selain pelemahan ekonomi global, perang dagang Amerika Serikat dan China juga terus berlangsung. Hal ini tentunya akan berpengaruh pada perekonomian domestik.
"Reaksi Presiden AS Trum terkait perang dagang itu sangat mempengaruhi sentimen global. Kebijakan As terhadap China tentu akan berpengaruh pad aeknomi China, dan berdampak pada ekonomi dunia. Kita harus lebih waspada," katanya.
(Feby Novalius)