JAKARTA - Pemerintah bekerjasama dengan berbagai pihak seperti Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) untuk menyiapkan sejumlah langkah guna memperlancar arus balik. Di antaranya menambah gardu tol hingga menyiagakan petugas transaksi cadangan yang menggunakan mobile reader.
Kepala BPJT Danang Parikesit mengatakan ada 8 point yang diintruksikan kepada BUJT untuk segera dilakukan. Pertama, pada tanggal 7-10 Juni 2019 akan diberlakukan one way mulai dari KM 414 sampai KM 70 yakni dimulai dari Barrier Gate (BG) Kalikangkung sampai BG Cikatama pada pukul 12.00-24.00 WIB. Kemudian dari KM 70 sampai KM 65 atau sesuai dinamika lapangan akan diberlakukan contra flow. Pelaksanaannya akan menjadi kewenangan dari Korlantas Polri.
Kemudian, pada setiap rest area agar disiapkan (stand by) petugas dan layanan jalan tol seperti mobil derek dan ambulans untuk membantu pengguna jalan yang mengalami gangguan kendaraan maupun orang sakit dan atau terjadi kecelakaan. Selain itu perlu dipasang kanopi pelindung cuaca pada jalur dari ke mobile toilet yang sudah harus tersedia sebelum tanggal 7 Juni 2019.
Selain itu, BUJT agar turut melakukan sosialisasi pemberlakuan kebijakan tersebut, dengan Korlantas Polri sebagai pemilik kewenangan diskresi manajemen lalu lintas dan koordinator pelaksanaan di lapangan.
Baca Selengkapnya: Arus Mudik, BUJT Diminta Menambah Gardu Tol hingga Menyiagakan Petugas Transaksi
(Feby Novalius)