JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat utang luar negeri (ULN) Indonesia pada akhir April 2019 sebesar USD389,3 miliar atau setara Rp5.566 triliun (kurs Rp14.300 per USD) yang terdiri dari utang pemerintah dan bank sentral sebesar USD189,7 miliar, serta utang swasta (termasuk BUMN) sebesar USD199,6 miliar.
ULN Indonesia tersebut tumbuh 8,7% (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada Maret 2019 sebesar 7,9% (yoy).
Menurut BI, kenaikan utang luar negeri karena transaksi penarikan neto ULN dan pengaruh penguatan nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS sehingga utang dalam Rupiah tercatat lebih tinggi dalam denominasi dolar AS.
Meski demikian, struktur ULN Indonesia tetap sehat. Kondisi tersebut tercermin antara lain dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada akhir April 2019 sebesar 36,5%, relatif stabil dibandingkan dengan rasio pada bulan sebelumnya.
Baca Selengkapnya: Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp5.566 Triliun pada April 2019, Naik 8,7%
(Feby Novalius)