Inovasi PT Pos Indonesia untuk Bisnis Remitansi di Era Digital

, Jurnalis
Minggu 30 Juni 2019 16:28 WIB
Foto: PT Pos Indonesia
Share :

JAKARTA - Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) memiliki target untuk berbagai aspek, salah satunya yang berkaitan dengan bagi bisnis remitansi yaitu bahwa biaya untuk pengiriman remitansi tidak lebih dari 3% dari jumlah uang yang dikirim. Angka tersebut ditetapkan melalui Sustainable Development Goals (SDGs).

Remitansi merupakan transaksi pengiriman uang yang dilakukan oleh pekerja asing ke penerima di negara asalnya. Bisnis remitansi terus berkembang seiring bertambahnya jumlah pekerja lokal yang bekerja di luar negeri. Di Indonesia, PT Pos Indonesia merupakan perusahaan yang salah satu bisnisnya bergerak di bidang remitansi.

Manajer Remitansi Luar Negeri PT Pos Indonesia (Persero), Abdussyukur Muharam mengatakan, namun pada beberapa koridor, sebut saja Afrika, masih ditemukan biaya pengiriman yang tinggi. Artinya para pekerja migran yang berasal dari Afrika harus mengeluarkan biaya yang terbilang tinggi apabila ingin melakukan pengiriman uang ke negara asalnya.

Di Asia sendiri rata-rata biayanya adalah 5% dari jumlah uang yang dikirimkan. “Untuk bisnis remitansi Pos Indonesia sendiri yang telah bekerjasama dengan berbagai perusahaan MTO terkemuka, secara rata-rata biayanya sudah sesuai dengan target yang ditetapkan oleh PBB yaitu sebesar 3%,” ujarnya.

Namun, seiring perkembangan teknologi berbasis BlockChain maka ke depannya diproyeksikan akan bermunculan perusahaan-perusahaan MTO baru yang menawarkan kecepatan dan efisiensi dengan biaya yang yang relatif lebih murah. “Jika mengutip Jargon dari blockchain sendiri yaitu biaya mendekati 0%! Jelas ini menjadi tantangan,” ujar Abdussyukur.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya