JAKARTA - Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyebut ada dua skema kerjasama bagi perusahaan swasta yang ingin menanamkan modal dalam pembangunan terminal bus di Indonesia. Kerja sama itu, untuk pembangunan dan perbaikan terminal-terminal di Indonesia dipercepat.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Kemenhub, Budi Setiyadi mengatakan bahwa skema pertama yang disiapkan yakni Kerja Sama Pemanfaatan (KSP). Di mana skema KSP ini kerja sama antara pihak swasta dengan Kemenhub dalam pengelolaan terminal yang menjadi aset negara.
Baca juga: Sri Mulyani Pede Investasi Semester II-2019 Lebih Moncer
"Kami akan mengawasi operasional terminal dari sisi transportasinya. Sedangkan untuk bisnis lainnya diserahkan kepada perusahaan swasta yang terpilih melalui proses lelang tender," ujar dia di Jakarta (31/7/2019).
Dia menuturkan, kerjasama KSP bukan berarti pihak swasta hanya sebatas mengelola. Swasta yang dapat mengelola juga harus mengeluarkan investasinya dalam pembangunan terminal menjadi lebih baik.
Baca juga: Investasi Rp560 Miliar, Perusahaan Perakit iPhone Buka Pabrik di Indonesia
"Skema KSP tidak dilakukan selamanya sehingga akan ada perjanjian konsesi waktu. Kemenkeu sebagai lembaga yang menginventarisasi aset negara juga harus dilibatkan dan mendapat laporan atas kerja sama KSP," tutur dia.