JAKARTA - PT MRT Jakarta melakukan pengecekan infrastruktur pasca terjadinya gempa Banten M 6,9 pada Jumat (2/8/2019) malam. Pemeriksaan dilakukan pada seluruh jalur MRT baik bawah tanah maupun layang.
"Tim pemeliharaan MRT Jakarta dari mulai tengah malam hingga pukul 4 dini hari pagi tadi telah selesai melakukan pemeriksaan infrastruktur MRT," ujar Corporate Secretary Division Head MRT Jakarta Muhamad Kamaludin dalam keterangannya, Sabtu (3/8/2019).
Sebelumnya, pada malam usai gempa terjadi, MRT Jakarta memang sempat menghentikan sementara operasionalnya Operasional dihentikan selama 10 menit 43 detik guna mengantisipasi keamanan.
Baca Juga: Dampak Gempa Banten, 1 Orang Meninggal Dunia, 1.050 Jiwa Mengungsi
Oleh sebab itu, lanjut Kamaludin, untuk memastikan keamanan operasional MRT Jakarta maka dilakukan pemeriksaan. Hasilnya MRT Jakarta dipastikan bisa beroperasional seperti biasa.
"Pagi ini operasional MRT Jakarta juga normal sesuai jadwal keberangkatan Ratangga (kereta MRT)," katanya.
Untuk diketahui, saat ini MRT Jakarta memiliki rute Lebak Bulus- Bundaran HI dengan lintasan sepanjang 16 kilometer dan melewati 13 stasiun.
Baca Juga: Pasca-Gempa Banten Puluhan Rumah dan Fasilitas di Jabar Rusak
Tujuh di antaranya adalah stasiun layang yang berada di Lebak Bulus, Fatmawati, Cipete Raya, Haji Nawi, Blok A, Blok M, dan Sisingamangaraja.
Sedangkan stasiun bawah tanah berada di Senayan, Istora, Bendungan Hilir, Setiabudi, Dukuh Atas, dan Bundaran HI.
(Dani Jumadil Akhir)