Masalah lahan sudah tidak ada kendala pada pembebasan lahan. Karena pembebasan bisa segera diselesaikan seiring pembangunan yang dilakukan.
"Itu tidak harus selesai di depan karena terdiri fasilitas sosial dan fasilitas umum dari area yang kena lintasan yang harus dipindahkan. Sehingga track utamanya semua sudah bebas, di lapangan semua sudah bergerak dari mulai km 0 sampai km 142," jelasnya.
Sebagai informasi, dana pembangunan kereta cepat ini sebagian besar berasal dari pinjaman kepada China Development Bank (CDB). Investasi yang digelontorkan untuk pembangunan kereta cepat, 75% berasal dari CDB, dan 25% dari PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).
KCIC adalah konsorsium 4 BUMN yakni PT Kereta Api Indonesia, Wijaya Karya, PT Jasa Marga (Persero) Tbk, dan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII.
(Feby Novalius)