JAKARTA - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) akan terus mengakselerasi pengembangan infrastruktur dan bisnis jaringan gas bumi. Langkah ini dinilai bisa mengurangi impor migas yang saat ini angkanya masih sangat besar.
Baca Juga: Habis Beli Pertagas, PGN Siap Terbitkan Surat Utang Global
Direktur Utama PGN Gigih Prakoso mengatakan, dalam upaya memperluas pemanfaatan gas bumi ke seluruh wilayah di Indonesia pihaknya akan terus melakukan pembangunan infrastruktur gas bumi nasional. Dirinya percaya dengan pembangunan infrastruktur gas bumi yang masif akan bisa meningkatkan kehandalan penyaluran gas dengan harga yang kompetitif.
"PGN akan mengelola rantai bisnis midstream dan downstream secara terintegrasi, baik optimasi pasokan, infrastruktur, serta pengelolaan pasar di seluruh wilayah Indonesia sehingga akan meningkatkan kehandalan penyaluran gas bumi, serta penyediaan gas dengan harga yang kompetitif dengan tetap memperhatikan keberlangsungan usaha penyediaan gas bumi," ujarnya di Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (8/8/2019).
Baca Juga: Neraca Perdagangan Juni Surplus, Menko Darmin Soroti Sektor Migas
Saat ini subsidi energi semakin membesar menyusul pertumbuhan permintaan energi yang semakin besar. Oleh karenanya satu-satunya cara untuk memenuhi kebutuhan minyak dalam negeri adalah dengan melakukan impor.
Apalagi ketersediaan cadangan migas dalam negeri semakin menipis seiring terus meningkatnya konsumsi nasional. Oleh karenanya diperlukan pembangunan jaringan gas baru untuk menambah stok gas dalam negeri.
Namun menurut Gigih, untuk merealisasikan hal tersebut, utilisasi gas bumi juga membutuhkan akselerasi dan kerjasama seluruh stakeholder untuk bisa menopang kemandirian energi yang diharapkan dapat mencapai 22% pada 2025.