JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani menyoroti dinamika politik di Argentina dan Hong Kong. Pasalnya, gejolak di dua negara tersebut mempengaruhi beberapa negara termasuk Indonesia.
Mata uang peso anjlok hingga 15% terhadap dolar Amerika Serikat (AS), karena respons pasar atas kekalahan calon presiden petahana dalam Pemilu Argentina.
Menurut mantan Direktur Bank Dunia ini, kekalahan Presiden Mauricio Macri membuat investor berekspetasi mengenai arah policy pemerintah ke depan seperti apa.
"Ini yang membuat peso mengalami koreksi yang sangat dalam," ujar dia.
Sri Mulyani berharap, pelemahan Peso tidak berimbas pada Indonesia. Untuk itu, dia berharap pemerintah Argentina segera memberikan stimulus supaya mata uangnnya menguat.