JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan meminta seluruh kontraktor migas dan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) untuk lebih efisien dalam berproduksi.
"Yang penting adalah menekan efisiensi biaya produksi, baik eksplorasi dan eksploitasi. Itu kuncinya," kata Jonan pada konferensi Indonesian Petroleum Association atau IPA di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Rabu (4/9/2019).
Baca Juga: Mulai Pekan Depan Data Migas RI Diakses Gratis
Jonan berpendapat tidak ada langkah lainnya yang lebih tepat selain efisiensi, sebab migas sudah ada di perut bumi sejak lama dan tidak bisa diperbaharui.
Dia meminta seluruh kontraktor untuk memakai berbagai cara dalam melakukan efisiensi, termasuk dengan cara-cara modern seperti penerapan teknologi.
Baca Juga: Baru 16 Cekungan Dimanfaatkan untuk Eksplorasi Migas
Mantan Menteri Perhubungan tersebut juga menegaskan bahwa tidak ada jaminan setiap melakukan eksplorasi bisa dipastikan membuahkan hasil. Demikian dikutip Antaranews.
Jika dilihat dari sisi harga, lanjut Jonan, hal tersebut sulit untuk dikontrol karena penentuannya ada pada mekanisme suplai dan permintaan di tingkat global. Kemudian, harga juga dipengaruhi oleh gejolak politik secara global yang selalu mungkin berubah setiap waktu.
Selain itu kontrak jangka panjang juga harus diterapkan untuk mengurangi beban biaya sewa bagi kontraktor
(Dani Jumadil Akhir)