4. Minimalkan gangguan seperti media sosial dan WhatsApp selama jam kerja
Anda pasti pernah memeriksa ponsel kita sepanjang hari, baik untuk mengecek media sosial atau untuk membaca dan menjawab jutaan pesan WhatsApp yang Anda terima setiap harinya. Hal tersebut mungkin tidak terlihat memakan banyak waktu, namun akumulasi dari menit-menit tersebut tidaklah sedikit.
Untuk meminimalisir gangguan-gangguan tersebut, log out dari akun media sosial Anda selama jam kantor dan nonaktifkan pop-up notification untuk mengurangi godaan untuk memeriksa ponsel Anda setiap beberapa menit.
5. Buat sebuah daily reminder untuk bersiap-siap setengah jam sebelum waktu pulang kerja
Terakhir, buat sebuah daily reminder atau pengingat harian di ponsel Anda tepat 30 menit sebelum waktu pulang Anda. Pengingat tersebut akan menjadi sinyal untuk Anda membereskan pekerjaan dan mulai bersiap-siap pulang. Anda juga harus menggunakan periode waktu ini untuk menyiapkan to-do-list untuk keesokan harinya agar Anda dapat memulai kerja dengan cepat besok pagi.
Bekerja lembur seringkali merupakan tanda ketidakefisienan di tempat kerja. Departemen kerja Anda mungkin kekurangan tenaga kerja, sehingga berujung pada tambahan pekerjaan untuk semua pekerja, atau mungkin juga disebabkan oleh proses kerja yang tidak efisien atau manajemen waktu yang buruk.
Manfaatkan peluang tersebut untuk menyarankan perbaikan workflow untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja. Hal ini tidak hanya memungkinkan Anda untuk bekerja dengan lebih cerdas dan meninggalkan kantor lebih awal, tetapi juga menguntungkan departemen dan perusahaan, menjadikannya sebuah win-win proposal.
Dengan mengasumsikan bahwa Anda menyelesaikan semua pekerjaan selama jam kantor, tidak ada alasan bagi Anda untuk tidak pulang tepat waktu setiap harinya. Jika atasan Anda mempermasalahkan hal ini, mungkin itu artinya Anda sebaiknya mempertimbangkan untuk pindah tempat kerja.
(Dani Jumadil Akhir)