"Kantong pemerintah itu minus. Pemasukan (pajak + cukai) dikurangi dengan pengeluaran itu minus. Akhirnya, cara bayar utang adalah dengan utang. Kita tidak bisa lepas dari lingkaran ini," tegasnya.
Jadi, bila menganalogikan ekonomi Indonesia sama dengan tubuh manusia yang mudah masuk angin.
"Kondisi perekonomian Indonesia sedang buruk, ibaratnya tubuh manusia yang gampang masuk angin," tutur Herry.
(Feby Novalius)