Erina mengaku bahwa hambatan yang mereka alami selama memproduksi makanan ini hanya ada di jarak antara pasar tempat membeli alat-alat pembuat keripik, jadi membutuhkan waktu yang lama untuk memproduksi keripik ini.
Asal tahu saja, untuk membuat satu produk chips mangrove dengan berat 24 kg mereka akan menghabiskan dua malam untuk proses pengolahan bahan-bahannya.
Selain itu, modal yang dibutuhkan para wirausahawan ini sebesar Rp11.000 per kaleng dan dijual Rp17.000 per kaleng, lalu 10% dari penjualan mereka juga digunakan rehabilitas penanaman mangrove.
Keunggulan dari keripik mangrove ini juga terdapat di kemasan produk yang menggunakan kaleng yang dinilai bisa didaur ulang kembali dan tentunya ramah lingkungan.