Paket Kebijakan Ekonomi Bisa Tangkal Resesi?

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis
Rabu 16 Oktober 2019 21:06 WIB
Paket Kebijakan Ekonomi Bisa Tangkal Resesi Ekonomi (Foto: Shutterstock)
Share :

JAKARTA – Bank Dunia memprediksi perlambatan ekonomi di kawasan negara-negara Asia Timur dan Pasifik sepanjang tahun 2020-2021. Untuk itu, pemerintah diminta menyiapkan paket kebijakan ekonomi untuk mengatasi dampak perlambatan tersebut.

“Bank Dunia telah memberikan warning adanya perlambatan ekonomi akibat perang dagang antara Amerika Serikat dan China. Kondisi ini harus disikapi secara serius oleh pemerintah sehingga meminimalkan dampak negatif yang mungkin terjadi bagi pertumbuhan ekonomi di tanah air,” ujar Anggota DPR RI Fatchan Subhi dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Rabu (16/10/2019).

Sebelumnya, Wakil Presiden Bank Dunia untuk Asia Timur dan Pasifik Victoria Kwakwa memaparkan studi Bank Dunia atas prediksi perlambatan pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia Timur dan Pasifik sebagai dampak perang dagang Amerika Serikat-China.

 Baca Juga: Ekonomi Indonesia Dibayangi Resesi? Simak 5 Faktanya

Dalam laporan itu disebutkan jika rata-rata pertumbuhan ekonomi di 2018 mencapai 6,3%, maka di tahun ini diperkirakan hanya berkisar 5,8%. Kondisi pelemahan akan terus terjadi di tahun 2020 hingga 2021 di mana pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia-Pasifik hanya berkisar 5,7% dan 5,6%.

Analisis Bank Dunia tersebut harus menjadi perhatian bersama bagi para pengambil kebijakan khususnya di bidang ekonomi. Antisipasi dini, baik dalam upaya menjaga daya beli masyarakat dalam jangka pendek maupun menyiapkan kebijakan dalam fiskal dan moneter untuk merangsang pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang harus segera dilakukan.

 Baca Juga: Resesi Ekonomi 2020 Diprediksi Paling Parah Dibanding 1998

“Ancaman resesi ekonomi sudah di depan mata, namun sejauh ini belum ada langkah nyata yang diambil pemerintah untuk mengantisipasi kondisi tersebut,” katanya.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya