Perseroan juga mencatatkan penurunan beban pokok penjualan dan pendapatan sebesar 2,36% dari USD2,95 miliar kuartal III-2019 tahun lalu menjadi USD3,28 miliar.
Sementara itu, Garuda tercatat mengalami kerugian dari selisih kurs sepanjang Januari-September 2019 sebesar USD13,91 juta. Kondisi ini berbalik dari Januari-September 2018 yang mencatat keuntungan selisih kurs senilai USD52,35 juta.
Meski begitu, Garuda mampu mengantongi pendapatan bersih dari usaha lain-lain senilai USD13,62 juta hingga kuartal III 2019 ini. Catatan tersebut mampu tumbuh hingga 42,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu USD9,55 juta.
Dengan kenaikan pendapatan usaha dan turunnya beban usaha selama 9 bulan pertama tahun ini Garuda mampu mengantongi laba usaha senilai USD253,24 juta.
(Feby Novalius)