Menanti Keuntungan Dividen Saham

, Jurnalis
Sabtu 30 November 2019 10:17 WIB
Ilustrasi Pergerakan Saham. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)
Share :

JAKARTA – Apa keuntungan dari berinvestasi saham? Dalam jangka panjang saham memberikan dua keuntungan, yakni berupa capital gain, dan dividen. Capital gain adalah selisih harga beli saham dan harga saham terkini.

Jika seorang investor membeli saham emiten ABCD di harga Rp500 per lembar saham, misalnya. Satu tahun kemudian harga saham naik menjadi Rp750 per lembar saham, maka dikatakan, capital gain sebesar 50%.

Namun, keuntungan sebesar 50% tersebut masih berupa potential capital gain, jika belum benar-benar dijual sahamnya. Apabila sudah dijual dan mendapatkan keuntungan (return), maka disebut saham tersebut memberikan realize capital gain atau return, sebesar 50%.

Baca Juga: Apa Tujuan Investasi Anda?

Keuntungan lain jika berinvestasi saham dalam jangka panjang (minimal satu tahun) adalah mendapatkan dividen saham. Dividen saham adalah pembagian keuntungan dari laba bersih perusahaan yang dibagikan kepada para pemegang saham. Pembagian dividen umumnya dilakukan setiap akhir tahun buku laporan keuangan dan telah mendapatkan persetujuan RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan).

Namun, perusahaan tidak wajib membagikan dividen, ada perusahaan yang rutin membagi dividen, ada pula yang tidak. Perusahaan bisa saja tidak membagi dividen, jika mengalami rugi bersih, atau RUPS menyepakati laba tersebut digunakan untuk ekspansi perusahaan.

Agar berhak mendapatkan dividen, investor harus memegang saham tersebut untuk kurun waktu tertentu hingga kepemilikan saham tersebut diakui sebagai milik pemegang saham dan berhak mendapatkan dividen. Dividen yang diberikan perusahaan dapat berupa dividen tunai yaitu uang tunai, atau dividen berupa saham. Dividen saham diberikan dalam bentuk saham perusahaan yang dibagikan sesuai porsi saham yang dimiliki tiap investor.

Baca Juga: IHSG Turun 0,47% Dalam Seminggu, Nilai Kapitalisasi Pasar Jadi Rp7.105,01 Triliun

Secara nominal, dividen tunai biasanya tidak besar. Kisaran dividen yang diterima pemegang saham umumnya antara 1%-3% dari harga saham. Walaupun tidak besar, namun dividen yang diterima bisa menjadi pemasukan rutin bagi investor, apalagi jika saham miliknya cukup banyak. Investor bisa memilih perusahaan publik yang rajin membagikan dividen, jika mengharapkan dividen sebagai keuntungan dalam berinvestasi. Tentunya harus pula berinvestasi dalam jangka panjang, agar bisa tetap memiliki saham, saat perusahaan membagikan dividen tahunan.

Umumnya yang kerap membagikan dividen adalah perusahaan-perusahaan besar (blue chips) yang sudah mature, sehingga tidak terlalu membutuhkan dana untuk ekspansi. Namun, dividen yang diterima investor masih harus dipotong pajak penghasilan. Pajak dividen besarnya 10% dari nilai dividen yang diterima.

Tentu saja setiap investor akan memperoleh dividen yang berbeda-beda besarnya. Dividen yang diterima dipengaruhi oleh jumlah lembar saham yang dimiliki setiap investor. Contoh, perusahaan ABCD membagikan dividen saham Rp100 per lembar saham. Jika seorang investor memiliki 100 lot saham ABCD, maka besarnya dividen yang ia terima adalah 10.000 lembar x Rp100 = Rp1.000.000. Satu lot saham berisi 100 lembar saham.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya