JAKARTA - Moody's memprediksi industri properti di Indonesia sedang dalam posisi terbaik pada 2019-2020. Dengan permintaan residensial properti pasar massal dan lahan industri yang akan pulih.
Akan tetapi, penyaluran kredit masih melemah, namun risiko pembiayaan diperkirakan naik mulai 2021.
"Dalam hal tema pasar, segmen residensial dan industri properti di posisi terbaik pada 2019-2020, sedangkan pemulihan permintaan terhadap residensial properti pasar massal ini mengacu dengan pemilihan presiden awal tahun ini," kata Vice President Senior Credit Officer Moody's Investors Jacintha Poh dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Kamis (12/12/2019).
Baca Juga: Drone, Big Data hingga AI Mulai Mengubah Sektor Properti
Menurut Poh, kelanjutan investasi dan belanja infrastruktur akan mendukung permintaan pengembangan lahan industri. Sedangkan segmen properti kantor akan terus ditantang dengan pasokan berlebih.