Penilaian yang dilakukan Moody terhadap enam pengembang properti di Indonesia memprediksi bahwa pertumbuhan penjualan yang bakal menguat pada paruh pertama 2020.
Baca Juga: Harga Properti Diprediksi Naik 9%, Masyarakat Bidik Rumah di Bawah Rp500 Juta
Selanjutnya dalam metrik kredit tertentu pada pengembang yang memiliki peringkat tinggi, cakupan bunganya akan semakin meningkat dari level yang dicatat pada 2018. Tetapi akan tetap lemah hingga 2019-2020 karena tingkat utang tinggi dan waktu yang dibutuhkan untuk mencatat penjualan sebagai pendapatan.
Risiko pembiayaan kembali oleh pengembang properti juga diperkirakan akan meningkat selama 12-18 bulan ke depan. Utang yang jatuh tempo pada 2020 akan tetap dapat dikelola mengingat jumlahnya yang rendah. Sedangkan mengacu pada obligasi Dolar Amerika Serikat yang besar pada 2021, risiko pembiayaan kembali akan meningkat.
(Dani Jumadil Akhir)