Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan nilai impor terendah yakni serelia USD69,8 juta, lalu logam mulai, perhiasan permata USD67,8 juta, gula dan kembang gula USD50,1 juta, ampas/sisa industri makanan USD43 juta, serta besi dan baja USD38,9 juta.
Baca Juga: Pemerintah Batasi Penggunaan Baja Impor Mulai 20 Januari
"Memang bila dibandingkan tren tahun lalu, tahun ini cenderung berbeda, tahun lalu impor turun, sekarang malah cenderung naik. Seperti diketahui, setiap akhir tahun memang mulai ada peningkatan konsumsi karena jelang hari libur Natal dan Tahun Baru," jelas dia.
Adapun secara sepanjang Januari-November 2019 kinerja impor Indonesia tercatat mencapai USD156,22 miliar. Realisasi ini lebih rendah 9,88% dari periode Januari-November 2018 yang sebesar USD173,35 miliar.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)