Musk mulai merintis usahanya di Silicon Valley pada saat itu, dan melamar pekerjaan di Netscape dan tertarik pada internet yang pada saat itu baru lahir. Alhasil, ia tidak mendapat pekerjaan di sana.
Dia punya dugaan mengapa dia tidak mendapatkannya, bisa jadi karena dia memiliki gelar dari Wharton dan diterima untuk melakukan pekerjaan sekolah pascasarjana dalam ilmu fisika dan bahan, tetapi dia tidak memiliki gelar ilmu komputer, atau pernah beberapa tahun bekerja di perusahaan perangkat lunak.
“Aku sebenarnya mencoba nongkrong di lobi [Netscape], tapi aku terlalu malu untuk berbicara dengan siapa pun. Jadi aku hanya suka berdiri di lobi, "katanya. "Itu sangat memalukan." tambahnya.
Meskipun usaha Musk awalnya tidak menguntungkan, pada tahun 1999 Musk menjual perusahaan pertamanya, Zip2 ke Compaq dengan harga sekitar USD300 juta atau sama dengan Rp4,18 triliun. Dia memulai Zip2 setelah belajar dari pengalamannya saat melamar ke Netscape, alih-alih mendapatkan gelar PhD di Stanford, Musk memutuskan untuk mencoba memulai perusahaan.
Musk berpikir akan selalu bisa kembali menempuh pendidikan jika bisnisnya ridak berhasil. Dia menggunakan uang dari penjualan Zip2 untuk membuat X.com, platform layanan keuangan online yang bergabung dengan Confinity pada tahun 2000, dan kemudian berubah menjadi PayPal. Pada tahun 2002, eBay membeli PayPal seharga USD1,5 miliar atau setara dengan Rp20,9 triliun.
Musk kemudian memulai SpaceX pada tahun 2002, diikuti oleh Tesla pada tahun 2003. Pada tahun 2016, ia mendirikan Neuralink, dan setahun kemudian, ia menciptakan The Boring Company. Saat ini menurut Forbes ia memiliki kekayaan bernilai USD27,5 miliar atau setara dengan Rp383 trilun.
(Dani Jumadil Akhir)