Melansir Business Insider, Jakarta, Kamis (9/1/2020), selai cokelat ini pertama kali ditemukan oleh ayahnya, Michele Ferrero pada 1964. Popularitasnya yang besar di Italia membantu menumbuhkan toko cokelat milik keluarga menjadi bisnis bernilai miliaran dolar AS.
Giovanni bergabung dalam bisnis keluarga setelah lulus kuliah. Pekerjaan pertama Giovanni di perusahaan keluarga membangunan merek bisnis Tic Tac di Belgia.
Ferrero Group dibentuk ketika kakeknya, Pietro Ferrero, membuka toko cokelat di Alba, Italia pada tahun 1946. Produk utama toko itu adalah Supercrema, sebatang hazelnut yang lahir karena kekurangan cokelat masa perang. Supercrema dibentuk sebelum Nutella.
Lebih dari 70 tahun kemudian, Ferrero Group adalah perusahaan penganan terbesar kedua di dunia. Perusahaan tersebut menjual permen senilai USD11,9 miliar setara Rp165,5 triliun (kurs Rp13.908 per USD) pada tahun fiskal yang berakhir pada Agustus 2018.
Saat ini, produk Ferrero Group tidak hanya Nutella dan Ferrero Rocher. Produk perusahaan itu saat ini termasuk permen Tic Tac, cokelat Kinder, Baby Ruth, Butterfinger, dan permer bar Crunch. Selain itu, kue Keebler, Famous Amos, dan Little Brownie Bakers menjadi produk mereka juga.
Giovanni dan saudaranya Pietro menjadi co-CEO perusahaan pada tahun 1997. Pietro mengelola logistik harian untuk pengembangan bisnis dan produk, sementara Giovanni fokus pada aspek kreatif. Namun, hal tersebut berakhir tiba-tiba ketika Pietro meninggal karena serangan jantung selama kecelakaan bersepeda 2011 di Afrika Selatan. Kemudian Giovanni menjadi CEO tunggal Ferrero Group, sementara ayahnya Michele tetap sebagai ketua eksekutif.
Giovanni mengambil alih perusahaan pada 2015 Michele Ferrero meninggal pada 2015, meninggalkan perusahaan hanya di tangan Giovanni. Kemudian dia mengambil alih peran sebagai ketua eksekutif pada 2015. Ferrero memegang gelar CEO dan ketua eksekutif selama dua tahun, sampai dia menjadikan Lapo Civiletti untuk mengambil alih sebagai CEO perusahaan pada tahun