Kemudian, lanjut dia, yang kedua yakni, hilirisasi. Tapi seberapa MIND ID akan masuk ke hilir itu juga dilihat dari kondisi masing-masing. Hilirisasi ini tidak harus secara internal tetapi melakukan kerjasama dengan swasta atau asing.
"Jadi kita terbuka untuk masuk ke dalam hilirisasi tambang. Yang sudah dikategorikan sebagai hilir seperti aluminium, bukan hanya bauksit. Dan kalau masuk lagi ke dalam seperti perusahaan memproduksi velg atau apa itu terbuka, tapi tidak harus ke sana," ungkap dia.
Dia menjelaskan, untuk mandat yang ketiga yakni, pihaknya ingin menjadi perusahaan kelas dunia. "Jangan sampai kita perusahaan kelas dunia tapi gayanya masih bukan kelas dunia. Kita inginkan ada tingkat revenue kita di sini disebutkan USD21 miliar-USD23 miliar. Maka itu salah satu program kami sejalan dengan program pak Presiden Jokowi meningkatkan kemampuan human capital kita," pungkas dia.
(Dani Jumadil Akhir)