3 Mandat Erick Thohir ke Mind Id: Gayanya Jangan Bukan Perusahaan Kelas Dunia

Taufik Fajar, Jurnalis
Rabu 29 Januari 2020 13:36 WIB
Erick Thohir soal Mind Id (Foto: Shutterstock)
Share :

JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah memberikan tiga mandat kepada Mining Industry Indonesia (Mind Id) atau holding industri pertambangan.

Seperti diketahui, Mind Id menaungi lima perusahaan industri tambang di Indonesia, PT Antam Tbk, PT Bukit Asam Tbk, PT Freeport Indonesia, PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum), dan PT Timah Tbk.

Baca Juga: RUPS Tunjuk Komisaris Utama dan Direktur Baru Holding Tambang

Direktur Utama Mind Id Orias Petrus Moedak menyebut tiga mandat yang diberikan itu, yakni kepemilikan cadangan tambang. Di mana bisa mengamankan 15-20% saham dalam cadangan/sumber daya domestik. Dan manajer keberlanjutan dan cadangan uang.

"Tentu cita-cita ini tidak sesegera mungkin tercapai dan juga tidak kita ngotot untuk dapatkan. Kami melihat kecepatan produksi dan usia tambang mempengaruhi juga bagaimana kami harus melakukan ekspansi. Dan ini berlaku pada setiap komoditi yang ada di Mind Id," ujar dia pada acara IDX Ekonomic Forum di Hotel Aryaduta Jakarta, Rabu (29/1/2020).

 Baca Juga: Tiga Peneliti Industri Tambang Terpilih di Ajang MMII Research Awards 2019

 

Kemudian, lanjut dia, yang kedua yakni, hilirisasi. Tapi seberapa MIND ID akan masuk ke hilir itu juga dilihat dari kondisi masing-masing. Hilirisasi ini tidak harus secara internal tetapi melakukan kerjasama dengan swasta atau asing.

"Jadi kita terbuka untuk masuk ke dalam hilirisasi tambang. Yang sudah dikategorikan sebagai hilir seperti aluminium, bukan hanya bauksit. Dan kalau masuk lagi ke dalam seperti perusahaan memproduksi velg atau apa itu terbuka, tapi tidak harus ke sana," ungkap dia.

Dia menjelaskan, untuk mandat yang ketiga yakni, pihaknya ingin menjadi perusahaan kelas dunia. "Jangan sampai kita perusahaan kelas dunia tapi gayanya masih bukan kelas dunia. Kita inginkan ada tingkat revenue kita di sini disebutkan USD21 miliar-USD23 miliar. Maka itu salah satu program kami sejalan dengan program pak Presiden Jokowi meningkatkan kemampuan human capital kita," pungkas dia.

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya