4. Virus Korona Juga Ancam Peternak Lobster, Penjualan Disetop
China adalah pangsa pasar utama lobster Australia dengan penjualan yang meningkat saat pekan perayaan Tahun Baru Imlek. Namun karena mewabahnya virus corona di China, Australia menghentikan ekspor lobster.
Penjualan lobster dihentikan ke China karena keputusan Pemerintah China untuk menutup dan melarang berpergian di sejumlah kawasan di China, untuk mencegah penyebaran virus corona.
Mengutip ABC.net, Jakarta, Kamis (30/1/2020), salah satu dampak dari penghentian ekspor dirasakan para pekerja di peternakan lobster, seperti yang dialami Ayu Nuraida, salah satu peserta program Work and Holiday Visa (WHV).
5. Dampak Ekonomi Wabah Virus Korona, dari Maskapai hingga Smartphone 'Terinfeksi'
Ketika wabah virus corona di Wuhan, China, terus meluas, sejumlah maskapai penerbangan telah dengan sukarela menangguhkan atau mengurangi jumlah penerbangan ke negara itu.
Para pejabat Amerika Serikat (AS) mengingatkan bahwa jika kondisi semakin memburuk maka larangan resmi mungkin akan diberlakukan.
Sementara itu, pihak berwenang di seluruh dunia menyewa pesawat-pesawat khusus untuk mengevakuasi warganya dari China. Dalam sebagian besar kasus, warga yang dipulangkan menjalani karantina setibanya di negara masing-masing untuk memastikan mereka tidak mengidap gangguan pernapasan yang mematikan.
6. Dampak Wabah Virus Korona ke Ekonomi Global
Saat ini China sedang berjuang melawan wabah virus baru yaitu virus korona yang telah menewaskan ratusan orang. Organisasi Kesehatan dunia menyebutkan saat ini keadaan darurat bagi China.
Para ekonom saat ini tengah mewaspadai pasar di tahap awal tahun ini. Di China sudah ada beberapa kerusakan ekonomi.
Salah satunya pembatasan perjalanan yang telah diberlakukan di beberapa bagian negara pada Tahun Baru Cina tahun ini, di mana bisnis di sektor pariwisata saat ini sedang terpukul.
7. Tutup Taman Hiburan Imbas Virus Korona, Saham Disney Alami Tekanan
Virus korona atau corona virus memberi dampak pada penurunan saham Disney. Disney harus menutup dua taman hiburannya, Shanghai Disney Resort dan Hong Kong Disneyland Resort dalam rangka memperlambat penyebaran virus mematikan ini.
Imbas penutupan dua taman hiburannya ini, saham Disney anjlok hingga 3% pada perdagangan Senin waktu setempat. Tercatat, Disney memiliki 43% saham di Shanghai Disney Resort dan 47% saham di Hong Kong Disneyland Resort.
Padahal, dalam menyambut perayaan Imlek, Disney telah menggelontorkan uang untuk mempersiapkan dekorasi dalam rangka penyelenggaraan acara "Tahun Tikus" yang seharusnya sudah dimulai sejak Sabtu lalu. Penutupan taman hiburan ini berarti Disney melewatkan satu periode tersibuknya di tahun ini.