8. Ekonomi Dunia 'Terinfeksi' Virus Korona, China dalam Tekanan
Para investor mungkin bertanya-tanya apakah virus korona dapat mengacaukan pasar saham. Menurut Presiden Kahler Financial Group Rick Kahler, hal ini tergantung seberapa lama dan parah virus ini menjangkiti masyarakat.
Pada Jumat lalu (24/1/2020), pemerintah China telah memperluas larangan perjalanan, baik udara maupun darat. Sekitar 35 juta orang tidak dapat pergi melalui pesawat atau kereta api.
Akibatnya, sektor-sektor seperti pariwisata, energi, dan ritel dapat mengalami penurunan. Sementara sektor kesehatan, termasuk pasokan medis dan produsen vaksin, dapat mengambil manfaat dari wabah ini.
"Ini telah mendorong hasil turun dan Anda memiliki beberapa tekanan ke bawah, terutama pada ekuitas pasar berkembang," kata presiden Institut Investasi Wells Fargo Darrell Cronk.
9. Wabah Virus Korona Ancam Ekonomi Singapura
Menteri Perdagangan dan Industri Singapura Chan Chun Sing mengungkapkan mewabahnya virus korona di Wuhan, China berdampak pada perekonomian di Singapura. Khususnya pada sektor pariwisata.
"Dari perspektif MTI (Kementerian Perdagangan dan Industri), kami tentu berharap akan ada dampak pada ekonomi, bisnis, dan kepercayaan konsumen kami tahun ini, terutama karena situasinya diperkirakan akan bertahan untuk beberapa waktu," kata Chan, mengutip dari channelnewsasia.com, Senin (27/1/2020).
Virus korona berpengaruh pada sektor pariwisata seperti agen perjalanan, industri perhotelan, F&B, ritel, dan transportasi. Menyikapi hal ini, pemerintah mulai berkoordinasi dengan Asosiasi dagang atau kamar dagang Singapura (TAC) hingga gerakan pekerja untuk mengambil kebijakan terbaik.
10. Dampak Virus Korona, Box Office China Kembalikan Uang Pelanggan Bioskop Rp2,74 Triliun
Perusahaan penjual tiket bioskop (Box Office) di China harus mengembalikan uang kepada pelanggan sekira 1,4 miliar yuan setara Rp2,74 triliun (kurs Rp1.957 per yuan). Hal itu sehubungan adanya penarikan film karena adanya wabah virus korona yang menyebar.
Melansir CNBC, Jumat (24/1/2020), ada sekira tujuh film yang dijadwalkan rilis selama liburan Tahun Baru Imlek. Rencananya pemutaran film akan dilakukan pada Jumat dan Sabtu nanti.
Data situs tiket, Maoyan menyampaikan, pemutaran film harus dibatalkan sehubungan adanya virus yang menewaskan belasan orang. Atas kejadian tersebut, Maoyan memperkirakan setidaknya terjadi transaksi pembelian tiket sekira 1,4 miliar yuan untuk tujuh film.
11. Bitcoin dan Emas Jadi Pilihan Investasi di Tengah Wabah Virus Korona
Bitcoin dan emas menjadi pilihan investasi di tengah mewabahnya virus corona. Virus yang telah menewaskan lebih dari 100 orang ini diperkirakan akan “menginfeksi” pasar, sehingga dibutuhkan langkah sigap dengan mengalihkan investasi ke aset yang lebih aman.
Bitcoin melonjak hingga 8% dalam seminggu terakhir dan pada perdagangan Rabu mencapai nilai USD9.380. Ini merupakan level tertinggi sejak November lalu. Sementara itu, logam mulia naik 0,3% dan diperdagangkan pada harga USD1.570 per ounce.