Pada RUPST Tahun Buku 2019 juga disetujui komposisi laba bersih tahun 2019 selain untuk deviden, yaitu cadangan wajib sebesar 1,10% atau senilai RP5 miliar dan laba ditahan sebesar 68,90% atau senilai RP314 juta.
Bank Mantap merupakan bentuk sinergi dari 2 BUMN yaitu PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan PT Taspen (Persero) yang sebelumnya bernama Bank Sinar Harapan Bali dan secara resmi berganti nama menjadi Bank Mandiri Taspen per tanggal 23 Desember 2017 seiring keluarnya ijin dari Otoritas Jasa Keuangan untuk penggunaan nama baru tersebut.
Kinerja positif dari Bank Mantap juga mendapat pengakuan dengan diterimanya sejumlah penghargaan diantaranya bank pendukung UMKM terbaik Bank Buku1 & 2 pada Bank Indonesia Award, meraih Golden Tropy dari Info Bank Award 2019 dengan predikat sangat bagus 5 tahun berturut-turut, serta bank terbaik 2019 kategori Bank Umum Buku II dengan modal inti RP1 triliun - RP5 triliun pada investor award 2019.
“Di tahun 2020 ditargetkan pertumbuhan mampu mencapai 20% hingga 25% yang bersumber dari kredit maupun dana. Target ini sangat realistis karena saat ini jaringan Bank Mantap sudah terbesar merata di berbagai daerah di tanah air. Saat ini Bank Mantap mempunyai jaringan kantor sebanyak 416 jaringan yang tersebar di 34 provinsi. Keberadaan Bank Mantap juga semakin dikenal karena komit menyasar pensiunan. Perpindahan kantor dari Bali ke Jakarta juga berefek pada kecepatan kinerja serta kian mudahnya koordinasi. Apalagi saat ini pangsa pasar Bank Mantap sekitar 90% sudah ada di luar Bali, jadi untuk saat ini pangsa pasar Bali tidak sampai 10%.,” tutup Josephus.
(cm)
(Fahmi Firdaus )