Tak Semua Sektor Bisa Kerja dari Rumah Imbas Virus Korona

Vania Halim, Jurnalis
Sabtu 14 Maret 2020 13:41 WIB
Ilustrasi Pekerja (Foto: Okezone.com)
Share :

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menganjurkan bagi dunia usaha untuk menyiapkan protokoler kerja dari rumah. Hal itu guna mengantisipasi penyebaran virus korona atau coronavirus (Covid-19)

Menanggapi hal ini, Ekonom Indef Bhima Yudhistira menjelaskan untuk kasus darurat korona, paling efektif untuk pekerjaan di sektor jasa. Tetapi untuk sektor manufaktur tidak efektif karena tenaga kerja masih diperlukan untuk operasional mesin pabrik.

"Untuk kasus darurat korona, cara ini paling efektif untuk pekerjaan di sektor jasa. Tetapi untuk sektor manufuktur kurang efektif," kata Bhima saat dihubungi Okezone, Jakarta, Sabtu (15/3/2020).

Baca Juga: Ini Cara Tetap Produktif Jika Kerja di Rumah Imbas Virus Korona

Bhima menambahkan, tidak semua sektor bisa bekerja dari rumah. Kemudian, perlu dipikirkan terkait remunerasi dan gaji pegawai. "Yang perlu dipikirkan terkait remunerasi dan gaji pegawai, apakah pekerjaan di rumah berarti gaji dipotong? Hal ini harus dijelaskan ke pekerja sehingga skemanya transparan," ujar Bhima.

Dia melanjutkan protokoler ini hanya akan berlangsung sementara selama virus korona statusnya darurat.

Baca Juga: Dunia Usaha Dianjurkan Siapkan Protokoler Kerja dari Rumah

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, hal itu sudah didiskusikan dengan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin). Anies menyarankan agar mulai bersiap menyusun standar operasional prosedur (SOP) kerja dari rumah. Sehingga jika skala situasi Covid-19 meningkat, pekerjaan bisa tetap dilakukan dari rumah.

"Jangan sampai situasi menanjak dan mendadak harus kerja di rumah, SOP belum ada," tegasnya saat konferensi press di Balai Kota, Jakarta, Jumat.

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya