4. Gudang Garam Gelontorkan Rp9 Triliun
Direktur PT Gudang Garam Tbk Istata T Siddharta mengatakan untuk membangun bandara di Kediri ini, perusahaan harus menggelontorkan dana hingga Rp9 triliun. Dimana pendanaan pembangunan tersebut berasal dari internal kas perusahaan.
"Nilai investasi tadinya Rp1-10 triliun. Tapi sekarang kita melihat bisa Rp6 triliun-Rp9 triliun," kata Istata, Selasa (10/3/2020).
5. Pembebasan Lahan 100%
Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi menjelaskan saat ini pembebasan lahan untuk bandara tidak ada masalah, karena sudah sepenuhnya dibebaskan. Pasalnya, bandara ini masuk ke dalam proyek strategis nasional (PSN).
"Lahan hampir 100% karena kita didukung penuh pemerintah karena ini salah satu proyek strategis nasional," katanya.
Senada juga dengan yang dikatakan Direktur PT Gudang Garam Tbk Istata T Siddharta. Dirinya menyebut pembebasan lahan tak menemui kesulitan yang berarti mengingat pembangunan juga didukung oleh masyarakat sekitar.
"Soal pembebasan lahan sudah akan 100%. Karena kita didukung penuh oleh pemerintah. Dan bandara Kediri merupakan salah satu program strategis nasional. Jadi kelihatannya, dari masyarakat setempat pun sangat membantu. Dan praktis sudah hampir tuntas," tutur Istata.
6. Dibangun di Desa Grogol dan Desa Bulusari
Selain itu, Faik juga menjelaskan rencananya, Bandara Dhoho Kediri ini akan dibangun di Desa Grogol, Kecamatan Grogol dan Desa Bulusari, Kecamatan Tarokan Kabupaten Kediri. Jarak Desa Grogol ke Pusat Kota Kediri sekitar 13 km dengan waktu tempuh sekitar 30 menit.
Sementara jarak dari Bandara Juanda Sidoarjo sekitar 120 km dengan waktu tempuh 1,5 hingga 2 jam perjalanan via jalan tol. Sedangkan jarak dari Bandara Abdul Rachman Saleh Malang sekitar 87 km dengan waktu tempuh perjalanan darat 3 hingga 4 jam.
"Jadi memang, posisi bandara ini bandara Dhoho akan dibangun di Desa Grogol kecamatan Grogol jaraknya 13 Km dari pusat kota kediri atau waktu tempuhnya sekitar 30 menit," kata Faik.