Anggaran Listrik Gratis Rp3,5 Triliun, Ini Hitung-hitungannya

Giri Hartomo, Jurnalis
Rabu 01 April 2020 17:15 WIB
Rupiah (Foto: Shutterstock)
Share :

JAKARTA - Pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp3,5 triliun untuk pemberian insentif listrik sebagai jaring pengaman sosial dampak penyebaran virus corona.

Nantinya dana tersebut akan diberikan kepada PT PLN (Persero) untuk pembebasan biaya listrik bagi 24 juta pelanggan 450 volt ampere (va) dan diskon 50% untuk tujuh juta pelanggan 900 va subsidi.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana anggaran Rp3,5 triliun tersebut sudah termasuk dengan perhitungan jikalau konsumsi listrik melonjak.

"Itulah kemudian kenapa dana Rp3,5 triliun dialokasikan supaya kita punya space kalau konsumsi lebih dari 2019 lalu yang mana belum ada himbauan Covid-19," ujarnya dalam telekonferensi, Jakarta, Rabu (1/4/2020).

Menurut Rida, angka tersebut dihitung dari tagihan rata-rata per bulan yang sebesar Rp360.000 per bulan dari 24 juta pelanggan, sehingga setiap bulannya pemerintah menyiapkan Rp864 miliar per bulan.

Sementara untuk diskon tarif listrik disiapkan anggaran sebesar Rp210 miliar per bulan. Angka tersebut didapatkan dari rata-rata tagihan 7 juta pelanggan listrik 900 VA subsidi setiap bulannya yang sebesar Rp60.000.

"Kalau dikalikan 3 bulan maka Rp3,2 triliun, kenapa Rp3,5 triliun, itu kami sediakan ruang sekiranya nanti ada imbauan untuk di rumah dan kemungkinan konsumsi listrik di rumah tangga akan sedikit meningkat," jelasnya.

Insentif ini akan berlaku selama tiga bulan ke depan mulai bulan ini. Sementara itu, jika pandemi corona atau covid-19 ini belum juga teratasi maka akan dievaluasi untuk kemungkinan insentif tersebut diperpanjang.

"3 bulan akan dievaluasi. Karena kita tidak ada yang tahu kapan pandemi covid berakhir. Sekarang yang diperlukan pemberian keringan tagihan ini," jelasnya.

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya