Menurut Budi, pihaknya kesulitan untuk mendapatkan ventilator. Sebab, kekurangan ventilator tidak hanya dirasakan Indonesia tetapi juga negara sebesar Amerika Serikat.
Baca juga: Cadangan Devisa Masih Cukup, BI Gelontorkan USD7 Miliar Stabilkan Rupiah
Menurut Budi, selama ini hanya China dan Rusia yang berhasil dan memperbanyak alat tersebut. Sebab kedua negara tersebut memiliki bahan bakunya sendiri. Sehingga bisa memproduksi ventilator dalam jumlah banyak.
"Realistisnya AS sendiri kekurangan ventilator banyak sekali. Yang saya dengar, yang bisa mensupply dan membangun ventilator yang cukup itu China dan Rusia," kata Budi.
(Fakhri Rezy)