JAKARTA - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyatakan realisasi produksi minyak dan gas bumi pada kuartal I-2020 mencapai 1,749 juta barel setara minyak per hari. Capaian lifting migas ini baru mencapai sekitar 90,4% dari target APBN sebesar 1,946 juta barel setara minyak per hari.
Kepala SKK Migas Diw Soetjipto mengatakan, capaian lifting minyak pada kuartal I 2020 baru tercapai rata-rata 701,6 ribu bph. Capaian ini baru 92,9% dari target APBN sebesar 755 ribu bph.
Sementara untuk capaian lifitng gas bumi sebesar 5.866 MMSCFD. Angka ini setara dengan 87,9% dari target APBN 6.670 MMSCFD.
Baca Juga: Harga Minyak Anjlok Lagi, WTI Dibanderol USD20,1/Barel
"Produksi dan lifting sampai kuartal I dengan adanya WFH minyak kita dapat 728,8 ribu bph. gas 7,118 juta mmscfd," ujarnya dalam telekonferensi, Kamis (16/4/2020).
Menurut Dwi, lifting minyak pada Maret 2020 memang ada sedikit gangguan. Hal ini menyusul adanya virus corona sehingga membuat pemerintah mengeluarkan kebijakan Work From Home.
"Untuk lifting minyak di akhir Maret memang karena kendala dalam loading maupun pengecekan lifting dengan adanya pembatasan-pembatasan, work from home dan sebagainya kita masih menyisakan stok," jelasnya.
Baca Juga: Kesepakatan OPEC Pangkas Produksi Tak Buat Harga Minyak Naik
Menurut Dwi, penyebaran virus corona yang makin meluas membuat kinerja lifting minyak dan gas nasional bakal tak tercapai. Penyebabnya karena harga minyak dunia, nilai tukar rupiah, dan konsumsi minyak mentah anjlok.
Rendahnya harga minyak sejak Februari 2020 yang kemudian dibarengi oleh penyebaran virus Covid-19 mulai mempengaruhi kegiatan hulu migas, baik di operasional, pelaksanaan proyek maupun penyerapan gas.