JAKARTA - Dana Moneter Internasional (IMF) mengatakan bahwa dunia sedang mengalami depresi besar. Baik negara maju maupun berkembang sama-sama memasuki resesi ekonomi.
Mengutip BBC Indonesia, Jakarta, Minggu (19/4/2020), Ekonom IMF, Gita Gopinath mengingatkan bahwa pertumbuhan di negara-negara maju tidak akan kembali ke tingkat sebelum serangan virus. Setidaknya sampai tahun 2022.
Baca juga: BI Sebut Kepanikan di Pasar Keuangan Global Mulai Reda
Ekonomi AS diperkirakan menyusut hingga 5,9% tahun ini, mencerminkan penurunan terbesar sejak tahun 1946. Angka pengangguran di AS diperkirakan melonjak hingga ke angka 10,4% tahun ini.