Menurut IMF, jika pengendalian pandemi ini memerlukan waktu lebih lama, dan jika ada gelombang wabah yang kedua pada tahun 2021, maka ini akan menurunkan lagi tambahan 8% dari GDP global.
Kata IMF, skenario ini bisa memicu kemerosotan lebih dalam bagi negara-negara yang terlilit utang. Dalam skenario ini, investor mungkin tak bersedia meminjamkan uang kepada negara-negara ini yang akan meningkatkan biaya peminjaman.
"Ini meningkatkan biaya pinjaman luar negeri atau kekhawatiran untuk mewujudkan pinjaman itu. Ini bisa mengakibatkan negara-negara calon peminjam tak mampu menyediakan sumber penghasilan yang sudah mereka asumsikan sebelumnya," kutip keterangan IMF.
(Fakhri Rezy)