Masyarakat Butuh Bantuan Tunai daripada Kartu Pra-Kerja, Ini Kata Menko Airlangga

Giri Hartomo, Jurnalis
Rabu 22 April 2020 14:25 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (Okezone)
Share :

JAKARTA - Program Kartu Pra-Kerja banyak yang meminta untuk dialihkan kepada tunai. Hal ini dikarenakan masyarakat dinilai lebih membutuhkan bantuan tunai dibandingkan pelatihan.

Menanggapi hal tersebut, Menteri koordinator bidang perekonomian Airlangga Hartarto memberikan penjelasan akan alasan Pra-kerja masuk menjadi jaring pengaman sosial. Di mana, Kartu Pra Kerja masuk ke realokasi anggaran yang sebesar Rp105 triliun dan mengambil bagian Rp10 triliun.

 Baca juga: Korban PHK Punya Skill, Pelatihan Online Prakerja Tak Menjawab Kebutuhan

"Karena program yang semula rescaling dan upscaling, karena perekonomian seluruhnya sedang shock, demand shock, supply shock, production shock, maka tentu kita memberikan ke mereka yg dirumahkan," ujarnya dalam telekonferensi, Jakarta, Rabu (22/4/2020).

Selain itu, lanjutnya, untuk para yang di PHK yang cukup memakan waktu pemulihan maka dilakukan pra-Kerja. Maka kartu pra Kerja masuk ke jaring pengaman sosial yang sifatnya temporary.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya