JAKARTA - Pemerintah menjelaskan jika program kartu pra-kerja pada perjalanannya mengalami perubahan fungsi akibat pandemi virus corona. Semula, program kartu pra-kerja ini dikhususkan untuk meningkatkan keterampilan para calon pekerja.
Namun dengan adannya pandemi virus corona, program ini berubahn menjadi semi bantuan sosial. Mengingat, banyak sekali masyarakat yang terdampak lagnsung dari virus corona khususnya sektor informal.
Baca juga: Dana Bantuan Kartu Pra-Kerja Diharap Bisa Jadi Modal Usaha
Asisten Deputi Ketenagakerjaan Kemenko Perekonomian Yulius mengatakan, program ini semula sangat penting mengingat angkatan kerja Indonesia saat ini sebagian besar memiliki pendidik SMP kebawah. Tanpa adanya peningkatan skill maka, para calon pekerja ini akan tertinggal oleh kemajuan zaman.
"Kita saat ini sedang berada dalam posisi industri 4.0 pada saat ekonomi digital dan kita berada dalam bonus demografi. Tanpa hal-hal tersebut kita akan kehilangan momentum sehingga pemerintah menggunakan program kartu pra-kerja," ujarnya dalam teleconfrence, Selasa (28/4/2020).
Baca juga: Kartu Pra-Kerja Sudah Diserbu 8 Juta Pendaftar
Menurut Yulius, ada beberapa perubahan yang dilakukan oleh pemerintah pada program kartu pra-kerja. Misalnya adalah pada besaran insentif yang diberikan.
Awalnya insentif atau uang saku dirancang lebih murah dari biaya pelatihan. Jika tak ada Corona, insentif dirancang hanya Rp650.000, sedangkan biaya pelatihan bisa sampai Rp7 juta.
"Uang saku dalam program Kartu pra-kerja awalnya itu jumlahnya Rp650.000, sekarang jadi Rp2,4 juta. Sedangkan pelatihannya dari Rp5-7 juta itu diturunkan jadi Rp1 juta, cukup jauh," jelasnya.