JAKARTA - Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang digalang pemerintah sejak beberapa waktu lalu membuat gerak aktivitas masyarakat dibatasi. Tak hanya itu, sebagian besar sektor industri terpaksa ditutup, termasuk pusat grosir tekstil terbesar, pasar Tanah Abang.
Ditutupnya pusat industri tekstil terbesar di Asia Tenggara membuat omzet Tanah Abang turun drastis. Ketua Koperasi Tanah Abang, Yasril Umar mengatakan, kerugian ditaksir hingga Rp6 triliun.
Baca Juga: Ditutup Dampak Corona, Omzet Pedagang di Pasar Tanah Abang Anjlok hingga 50%
"Omzet sangat jauh merosot. Bayangkan saja jika sehari biasanya bisa dapat Rp100 miliar, sedangkan kita sudah tutup selama 2 bulan," ujarnya saat dihubungi Okezone pada Senin (18/5/2020).
Selain itu, Yasril juga turut merasakan kesedihan yang dialami para pedagang. Pasalnya, menjelang lebaran merupakan lahan emas untuk para pedagang tekstil karena kebiasaan masyarakat Indonesia yang gemar berburu baju baru.