JAKARTA - BP Jamsostek atau BPJS Ketenagakerjaan mencatat sudah 7,5 juta pekerja dirumahkan selama pandemi virus corona di Indonesia. Hal ini pun meningkatkan pencairan iuran para peserta utamanya yang sudah terkena Pemutusan Hubungan Kerja.
Dewan Pengawas BP Jamsostek Aditya Warman mengatakan, dana kelelo BP Jamsostek mencapai Rp431 ttriliun. Namun setelah adanya pandemi, rasio solvabilitas drop 60% dan likuiditas menurun.
"Karyawan dirumahkan di Indonesia mencapai 7,5 juta orang. Dan pengangguran ter-PHK dan ambil JHT 3,5 juta," ujarnya, dalam ujarnya, dalam IASI Webinar, Kamis (20/5/2020).
Baca Juga: 3 Program BPJS Ketenagakerjaan yang Raih Diskon Iuran
Aditya mengatakan, pencairan BP Jamsostek akan kembali meningkat bila pandemi virus corona tidak segera diatasi. Artinya, jumlah pekerja yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja akan semakin bertambah.
"Ketika bangsa tidak ada cash untuk menggerakan roda bisnis, lebih dari 7,5 orang dirumahkan dan sampai Juli maka mereka akan beduyun-duyun datang dan JHT itu tanda jawaban untuk semuanya," uajrnya.