Menurut dia, kelompok menengah atas punya uang, tetapi mereka terbatas mengakses kesenangan dan kesukaannya. Tapi, kelompok menengah ke bawah tidak punya daya beli yang kuat.
Baca juga: 1,3 Miliar Ton Makanan Terbuang Setiap Tahunnya di Indonesia
"Apabila diberikan dana tunai, mungkin bisa meningkatkan daya beli," ungkap dia.
Sebelumnya, Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) memprediksi pertumbuhan sektor industri makanan dan minuman (mamin) akan turun menjadi di kisaran 4%-4,5% akibat pandemi virus corona atau Covid-19.
(Fakhri Rezy)