JAKARTA - Angka impor Indonesia pada Mei 2020 mengalami penurunan tajam. Namun ternyata hal ini bukan sesuatu yang harus dibanggakan.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, penurunan angka impor ini perlu diwaspadai. Sebab akan berpengaruh pada kinerja industri manufaktur secara keseluruhan.
Baca Juga: Neraca Dagang Mei 2020, Diprediksi Surplus USD697 Juta
Adapun impor Mei seperti yang dilaporkan Badan Pusat Statistik (BPS) tercatat sebesar USD8,44 miliar. Angka ini mengalami penurunan sebesar 32,65% dibandingkan bulan sebelumnya dan 42,20% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
"Yang harus diwaspadai terutama dari sisi impor. Impor bahan baku dan modal turun tajam," ujarnya dalam telekonferensi APBN KiTA, Selasa (16/6/2020).
Baca Juga: Neraca Perdagangan Mei Surplus USD2,1 Miliar di Tengah Anjloknya Ekspor RI
Menurut Sri Mulyani, turunnya impor bahan baku akan membuat industri kesulitan untuk mencari bahan baku. Sehingga diperkirakan sektor manufaktur akan terganggu produksinya dalam tiga hingga enam bulan ke depan.