Dengan catatan itu, lanjut dia, maka besaran stimulus yang akan digelontorkan pemerintah menjadi semakin tinggi, yakni mencapai 4,2% dari PDB sedikit naik dari catatan sebelumnya yang hanya 2,7% dari PDB. Walaupun naik, besaran stimulus itu masih lebih rendah dari negara lain.
Baca juga: Sri Mulyani Berbenah Turunkan Pengangguran dan Kemiskinan di 2021
"PDB Indonesia kalau diukur dengan paket revisi Perpres 54 maka kita memberikan stimulus hampir 4,2% dari PDB," ungkap dia.
Dia juga menjelaskan, saat ini negara yang paling banyak menggelontorkan stimulus kepada warganya yakni Jerman, sebesar 20% dari PDB nya yakni mencapai 19,3%. Diikuti oleh Jepang dan Italia yang mencapai 14,3% dari PDB.