Aas juga meminta agar sisa utang bisa dibayarkan segera. Sebab perseroan sangat membutuhkan uang untuk menyeimbangkan neraca keuanganya.
Baca juga: Produksi Pupuk Indonesia Tembus 2,6 Juta Ton pada Kuartal I-2019
“Jadi dari Rp 17,1 triliun ini baru akan dibayar Rp 5,7 triliun, dan ini pun belum dibayar. Harapan kami bisa (dibayar) Rp 17,1 triliun karena bunga kami sangat tinggi,” jelasnya.
Saat ini saja, lamanya pelunasan utang pemerintah, PT Pupuk harus meminjam modal kerja ke perbankan demi keberlangsungan perusahaan. Meskipun disadari jika utang tersebut akan menaikan beban bunga perusahaan.