Musim PHK, Penting Enggak Sih Punya Asuransi?

Giri Hartomo, Jurnalis
Rabu 01 Juli 2020 10:24 WIB
Asuransi (Foto: Reuters)
Share :

Pengamat Asuransi Irvan Rahardjo mengatakan, dalam kondisi krisis ekonomi seperti ini, masyarakat akan lebih memilih untuk meningkatkan kebutuhan untuk kenyamanan hidupnya. Sehingga, pengeluaran untuk kebutuhan terisier akan dikurangi termasuk asuransi.

"Sebagian besar pembiayaan mobil dan rumah menggunakan kredit perbankan dan multifinance, menurunnya pengeluaran masyarakat untuk kebutuhan itu akan berpengaruh terhadap asuransinya. Ekspansi kredit pun masih agak berat, karena semua sektor bisnis terdampak," jelasnya

Menurut Irvan, menilai bahwa penurunan premi asuransi umum dapat terlihat dari indikasi peningkatan kredit macet (non performing loan/NPL) di perbankan. Kondisi tersebut menurutnya perlu diantisipasi oleh perusahaan-perusahaan asuransi.

Hal ini juga bisa mengakibatkan penundaan perpanjangan polis asuransi. Penurunan kolektibilitas premi pun bisa berakibat kepada penurunan risk based capital (RBC) perusahaan asuransi, yang nantinya akan menggerus modal perseroan.

"Kinerja bisnis baru terkait dengan ekspansi kredit yang melambat, sedangkan bisnis perpanjangan terkait dengan relaksasi kredit yang tidak otomatis diberikan, melainkan tetap melalui asesmen perbankan, sehingga timbul potensi NPL meningkat," jelasnya.

Sementara itu, Presiden Direktur Prudential Jens Reisch mengatakan masyarakat perlu bijak dalam merencanakan keuangan teutana untuk mempersiapkan perlindungan keselamatannya. Mengingat virus corona ini bisa terjadi kepada siapa saja dan kapan saja.

Pihaknya juga mengaku akan lebih fleksibel untuk memberikan produk kepada masyarakat. Produk-produk yang diberikan akan melihat kebutuhan pasar dan kondisi saat ini.

“Pandemi covid-19 bahwa risiko kesehatan bisa menyerang kita kapan saja dan beberapa dampak pda financial keluarga,” ucapnya.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya