JAKARTA - Utang pemerintah kepada sejumlah perusahaan plat merah yang mencapai Rp113,48 triliun yang harus dibayarkan. Utang itu disebut sangat berguna untuk memaksimalkan peran sosial, ekonomi dan kesehatan perusahaan pelat merah di tengah pandemi Covid-19.
Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kartika Wirjoatmodjo menyebutkan, BUMN memiliki peran besar dalam berbagai sektor usaha. Di mana performa BUMN dapat memberikan profit sehingga rasio capaian laba bersih BUMN terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) bisa mencapai sepertiga dari total pendapatan bruto Indonesia.
Baca juga: Erick Thohir Baru Memulai, 3 BUMN ini Sudah Go Global
Namun demikian, saat adanya pandemi Covid-19 sejumlah sektor usaha BUMN begitu terdampak, seperti sektor transportasi dan penerbnagan yang kinerja finansialnya sangat terkontraksi. Karena itu, lanjutnya, langkah yang perlu dilakukan adalah menyehatkan atau menyelamatkan kembali perusahaan negara dengan memberikan sejumlah insentif pendanaan, termasuk pembayaran utang pemerintah.
"Tentunya, di situasi Covid-19 kita harus punya action-action khusus, terlihat bahwa balancing antara menjaga kesehatan BUMN dan berperan aktif dalam memulihkan ekonomi dan kegiatan masyarakat merupakan tantangan besar bagi kami. Di BUMN ini, tertentu kita ingin memastikan dulu bahwa BUMN-nya sehat dulu. Tanpa kesehatan itu, maka tidak mungkin kita berperan dalam PEN atau penanganan kesehatan," ukar Tiko dalam Webinar, Jakarta, Selasa (28/7/2020).
Baca juga: Bikin Penasaran, Erick Thohir Siapkan Kejutan Besar bagi BUMN Go Global
Dia menguraikan, selama masa pandemi program Pemulihan Ekonomi Nasional dengan memberikan anggaran kepada sejumlah perseroan negara merupakan bagian dari pembayaran utang pemerintah.
Seperti pembayaran utang kepada dua BUMN, yakni PT PLN (Persero) dan PT Pertamina (Persero). Nilai utang yang dibayarkan ke dua BUMN tersebut sebesar Rp 14,3 triliun, di mana nilai yang dibayarkan ke masing-masing BUMN jumlah tersebut dibagi dua baik ke PLN dan Pertamina.
"Kalau lihat di PEN salah satu yang diberikan oleh pemerintah adalah alokasi anggaran pada BUMN yang terbesar adalah untuk pembayaran piutang. Kerena, BUMN yang aktif memberikan kontribusi pada masyarakat, contohnya dalam hal kelistrikan, hal ketersediaan energi. Pertamina juga,memang cukup besar piutangnya, subsidi kompensasi dibayarkan agar BUMN bisa berperan aktif dalam membantu masyarakat," ujar dia.