Baca juga: Sri Mulyani Murung Ekonomi RI Minus 5,32%, Ini Jauh Lebih Rendah
Selain itu, lanjutnya, investasi mencatat kontraksi 8,61% (yoy), turun dibandingkan dengan kinerja triwulan sebelumnya 1,70% (yoy). Stimulus Pemerintah yang sesuai dengan pola musiman belum kuat juga berpengaruh pada konsumsi Pemerintah yang tercatat kontraksi 6,90% (yoy), turun tajam dibandingkan dengan pertumbuhan triwulan sebelumnya sebesar 3,75% (yoy).
"Selain itu, kinerja ekspor juga terkontraksi 11,66% (yoy) akibat pelemahan ekonomi global dan penurunan harga komoditas dunia. Seiring dengan kontraksi permintaan domestik dan ekspor, kinerja impor juga mengalami kontraksi 16,96% (yoy)," paparnya.
Di sisi lapangan usaha (LU), hampir seluruhnya mengalami kontraksi kecuali Infokom, Pengadaan Air, Jasa Kesehatan, Pendidikan, dan Keuangan, serta Pertanian. Perlambatan ekonomi terutama didorong oleh kontraksi pada Transportasi dan Pergudangan, Perdagangan dan Penyediaan Akomodasi, dan Industri Pengolahan. Sementara itu, Infokom masih tumbuh meningkat dari triwulan sebelumnya.
"Seiring meningkatnya penggunaan media digital dalam penerapan Work From Home (WFH) dan School From Home (SFH). Kinerja LU Pertanian juga masih tercatat positif sejalan dengan masa panen," ujarnya.(rzy)
(Rani Hardjanti)