"Paling enggak 30% maksimal. Artinya bisa juga memasukan kebutuhan sehari-hari kita untuk belanja diskonan itu tadi. Kan banyak banget," ujarnya saat dihubungi Okezone, Jumat (14/8/2020).
Menurut Andi, salah satu alasan anggaran belanja yang disatukan dengan kebutuhan sehari-hari adalah agar penggunaannya bisa lebih luas dan jumlahnya yang lebih besar. Hal ini juga menjadi kesempatan emas untuk mendapatkan barang-barang yang menjadi kebutuhan dengan harga murah.
Baca Juga: Sebelum Borong Barang Diskon, Waspada Jebakan Harga Murah
Andi juga mengingatkan dalam menyikapi hari belanja diskon ini harus tetap bijak. Artinya, masyarakat harus tetap mengutamakan belanja kebutuhan yang sangat urgen dibandingkan hanya memuaskan keinginan.
"Bahkan barang-barang kaya kecap minyak goreng beras kan ada semua di flash sale itu. Ya sudah enggak apa-apa kebutuhan sehari hari belanjanya lewat situ ada kalau memang harganya signifikan karena kita harus hitung sama ongkirnya segala macam. Selisihnya signifikan kenapa enggak jadinya belanjanya di situ saja," ucapnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)